Foto : Hujan Deras Picu Banjir dan Lumpur di Desa Gamping/ AJT/ Syahrul
Tulungagung – cntvnews.id, Hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung selama beberapa jam pada Jumat (14/12/2024) sore mengakibatkan banjir parah di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang terdampak paling parah adalah Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Banjir ini dipicu oleh kiriman air dari pegunungan gundul di sekitar wilayah tersebut. Tanpa adanya pepohonan yang menahan aliran air hujan, volume air meluncur deras ke bawah membawa lumpur merah.
Ketinggian air dilaporkan hampir mencapai satu meter, membuat kendaraan tidak berani melintas di lokasi karena rawan mogok. Kondisi diperparah dengan tebalnya lumpur merah yang menutup jalan hingga lebih dari 10 cm, membahayakan terutama pengendara sepeda motor.
“Air dari pegunungan seperti bah, berlumpur, bahkan masuk ke rumah warga,” ungkap Robin, salah seorang warga yang terdampak. Ia menambahkan, banjir terjadi secara bergelombang sejak pukul 15.00 WIB, dengan puncaknya pada pukul 17.00 WIB. Robin yang sempat melintasi jalan tersebut harus menghentikan kendaraannya karena jalan cepat tertutup air dan lumpur. “Ini banjir paling parah sepanjang tahun ini,” katanya.
Banjir ini membuat warga terpaksa mengambil langkah darurat. Beberapa warga memasang kursi dan batang pohon pisang di tengah jalan untuk mencegah kendaraan melintas. Ada pula yang menggunakan mesin penyedot air untuk mengeluarkan air dari dalam rumah.
Sumadi (50), warga setempat, menyebut bahwa banjir seperti ini kerap terjadi setiap kali hujan deras turun, terutama karena kondisi pegunungan yang kritis dan saluran air yang tidak memadai. “Sudah jadi langganan banjir begini. Tapi biasanya beberapa jam air akan surut, dan lumpur licin yang tersisa menjadi masalah berikutnya,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah rumah yang terdampak atau kerugian akibat banjir ini. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki saluran pembuangan agar banjir tidak lagi menjadi ancaman rutin setiap kali musim hujan tiba.(AJT)
Reporter : Syahrul
Editing ; Anisa. F